Monday, April 30, 2012

Empty Your Cup




image from: www.in.com

Nan-in, a Japanese master during the Meiji era (1868-1912), received a university professor who came to inquire about Zen.
Nan-in served tea. He poured his visitor's cup full, and then kept on pouring.
The professor watched the overflow until he no longer could restrain himself. "It is overfull. No more will go in!"
"Like this cup," Nan-in said, "you are full of your own opinions and speculations. How can I show you Zen unless you first empty your cup?" 


(Nyogen Senzaki and Paul Reps, "Zen Flesh, Zen Bones")

---------------


Quote:

Those who are full of their opinions will be deaf to words of wisdom from others. In a discussion between two persons, what often happens is that each is intent on asserting his own views. As a result, apart from hearing his own voice or views, he does not learn anything else.
(Tsai Chih Chung, "The Book of Zen -- Freedom of The Mind")



Kosongkan Cangkirmu



Nan-in, guru zen pada masa Meiji (1868-1912) menerima kunjungan seorang guru besar sebuah universitas yang ingin mengenal zen.

Nan-in menuangkan teh ke dalam cangkir hingga penuh, dan terus menuangkannya.
Si guru besar melihat air teh meluap, dan kemudian segera berkata, "Sudah terlalu penuh, tidak bisa diisi lagi!"
Nan-in berkata, "Seperti cangkir ini, kamu penuh dengan pandangan dan anggapanmu sendiri. Bagaimana saya dapat menunjukkan zen bila cangkirmu tidak kau kosongkan dulu?"
(Nyogen Senzaki and Paul Reps, "Zen Flesh, Zen Bones")
--------------- 

kutipan:
Mereka yang dipenuhi dengan pandangan-pandangan sendiri akan tuli pada kata-kata bijak dari orang lain. Yang sering terjadi dalam diskusi antara dua orang adalah yang satu akan mendesakkan pandangannya pada yang lain. Akibatnya, ia tak belajar apapun kecuali pandangan-pandangannya sendiri.
(Tsai Chih Chung, "Zen Membebaskan Pikiran")



1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete