| image from: www.kyoto-machiya-inn.com |
After Bankei had passed away, a blind man who lived near the master's temple told a friend:
"Since I am blind, I cannot watch a person's face, so I must judge his character by the sound of his voice.
Ordinarily when I hear someone congratulate another upon his happiness or success, I also hear a secret tone of envy.
When condolence is expressed for the misfortune of another, I hear pleasure and satisfaction, as if the one condoling was really glad there was something left to gain in his own world."
"In all my experience, however, Bankei's voice was always sincere. Whenever he expressed happiness, I heard nothing but happiness, and whenever he expressed sorrow, sorrow was all I heard."
(Nyogen Senzaki and Paul Reps, "Zen Flesh, Zen Bones")
------------------------------------
Quote:
Before you say anything, ask yourself whether it's necessary or not.
If it's not, don't say it.
This is the first step in training the mind — for if you can't have any control over your mouth, how can you expect to have any control over your mind?"
~ Ajahn Fuang Jotiko~
Suara Kebahagiaan
Setelah Bankei meninggal dunia, seorang pria buta yang tinggal dekat dengan kuil bercerita kepada temannya:
"Sejak mata saya buta, saya tidak lagi dapat melihat wajah seseorang, jadi saya hanya bisa menilai sifat seseorang dari suaranya.
Biasanya ketika saya mendengar seseorang mengucapkan selamat kepada orang lain atas kebahagiaan atau keberhasilannya, saya juga mendengar nada iri hati yang tersembunyi.
Ketika rasa simpati diungkapkan kepada orang lain yang mengalami nasib buruk, saya mendengar ada kegirangan dan kepuasan, seolah-olah orang yang bersimpati sangat senang bahwa ada yang tertinggal yang bisa diperoleh untuk dirinya sendiri."
"Namun demikian, dalam semua pengalaman saya, suara Bankei selalu tulus. Ketika dia mengungkapkan kebahagiaan, saya tidak mendengar hal lain selain kebahagiaan, dan ketika dia mengungkapkan kesedihan, cuma kesedihan yang saya dengar."
(Nyogen Senzaki and Paul Reps, "Zen Flesh, Zen Bones")
------------------------------------
Kutipan:
Sebelum berbicara, tanyakanlah pada diri sendiri apakah itu perlu atau tidak.
Jika tidak perlu, jangan bicara.
Ini adalah tahap pertama dalam melatih pikiran -- jika kamu tak mampu mengendalikan mulutmu, bagaimana mungkin kamu berharap mampu mengendalikan pikiranmu?
~Ajahn Fuang Jotiko~
No comments:
Post a Comment