![]() |
| image from: www.voices.nationalgeographic.com |
Hindu India developed a magnificent image to describe God’s relationship with
Creation. God ‘dances’ Creation. He is the Dancer, Creation is his Dance. The dance is different from the dancer, yet it has no existence apart from him. You cannot take it home in a box, if it pleases you. The moment the dancer stops, the dance ceases to be.
In our quest for God, we think too much, reflect too much, talk too much. Even when we look at this dance that we call creation, we are the whole time thinking, talking (to ourselves and others) reflecting, analyzing, philosophizing. Words. Noise.
Be silent and contemplate the Dance. Just look: a star, a flower, a fading leaf, a bird, a stone... any fragment of the Dance will do. Look. Listen. Smell. Touch. Taste. And, hopefully, it won’t be long before you see Him—the Dancer Himself!
----------------
The disciple was always complaining to his Master,
“You are hiding the final secret of Zen from me.” And he would not accept the
Master’s denials.
One day they were walking in the hills when they heard a bird sing.
“Did you hear that bird sing?” said the Master.
“Yes,” said the disciple.
“Well, now you know that I have hidden nothing from you.”
“Yes.”
----------------
If you really heard a bird sing, if you really saw a tree... you would know. Beyond words and concepts.
What was that you said? You have heard dozens of birds sing and seen hundreds of trees? Ah, was it the tree you saw or the label? If you look at a tree and see a tree, you have really not seen the tree. When you look at the tree and see a miracle—then, at last, you have seen! Did your heart never fill with wordless wonder when you heard a bird in song?
What was that you said? You have heard dozens of birds sing and seen hundreds of trees? Ah, was it the tree you saw or the label? If you look at a tree and see a tree, you have really not seen the tree. When you look at the tree and see a miracle—then, at last, you have seen! Did your heart never fill with wordless wonder when you heard a bird in song?
(Anthony de Mello, "The Song Of The Bird")
Engkau Mendengar Burung Berkicau?
Orang Hindu memperkembangkan suatu gambaran yang indah mengenai hubungan antara Tuhan dan ciptaanNya. Tuhan 'menarikan' ciptaanNya. Ia adalah Sang Penari dan ciptaanNya adalah tarianNya. Suatu tarian berbeda dengan seorang penari, tetapi tidak bisa ada jika yang menarikannya juga tidak ada. Engkau tidak dapat membungkus tarian itu dan membawanya pulang, jika engkau menyenanginya. Begitu gerak penari terhenti, tariannya pun tiada lagi.
Dalam usahanya mencari Tuhan manusia terlalu banyak berpikir, terlalu banyak merenung, terlalu banyak berbicara. Bahkan ketika memandang tarian yang kita sebut ciptaan, ia terus menerus berpikir, berbicara dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain, merenung, menelaah dan berfilsafat. Kata-kata, kata-kata, kata-kata belaka. Suara-suara, suara-suara, suara-suara belaka.
Diam dan lihatlah tarian itu. Hanya melihat saja: sebuah bintang, sekuntum bunga, sehelai daun layu, seekor burung, sebongkah batu ... Satu lambaian tarian saja sudah cukup. Lihatlah. Dengarlah. Hiruplah. Sentuhlah. Nikmatilah. Dan kiranya tak lama kemudian engkau akan menjumpaiNya, Sang Penari sendiri.
----------------
Keluhan seorang murid kepada Guru Zen-nya yang selalu diulang-ulang adalah:
'Bapak menyembunyikan rahasia terdalam ilmu Zen darku.'
Dan ia tidak mau percaya kalau sang Guru menyangkal keluhannya.
Pada suatu hari sang Guru mengajaknya berjalan-jalan menyusuri bukit.
Waktu itu mereka mendengar seekor burung berkicau.
'Apakah engkau tadi mendengar burung berkicau?' tanya sang Guru
'Ya,' jawab si murid.
'Nah, sekarang engkau tahu, bahwa aku tidak menyembunyikan sesuatu pun darimu.'
'Ya,' kata si murid.
----------------
Seandainya engkau sungguh-sungguh pernah mendengarkan kicauan seekor burung, pernah memandang sebatang pohon ..., engkau sudah mengerti -- mengatasi segala perkataan dan pemikian.
Apa katamu tadi? Engkau telah mendengar puluhan burung berkicau dan melihat ratusan batang pohon? Apakah yang kau lihat itu sungguh sebatang pohon atau hanya 'pohon-pohon'? Jika engkau memandang sebatang pohon tetapi hanya melihat sebatang pohon, sebenarnya engkau belum melihat pohon itu. Jika engkau memandang pohon dan melihat keajaiban, nah, barulah engkau -- akhirnya -- melihat pohon! Pernahkah hatimu dipenuhi rasa kagum yang tak terhingga ketika mendengar burung berkicau?
(Anthony de Mello, "Burung Berkicau")

No comments:
Post a Comment