![]() |
| image from: www.blog.al.com |
As mortals, we’re ruled by conditions, not by ourselves. All the suffering and joy we experience depend on conditions.
If we should be blessed by some great reward, such as fame or fortune, it’s the fruit of a seed planted by us in the past. When conditions change, it ends.
Why delight In Its existence?
But while success and failure depend on conditions, the mind neither waxes nor wanes. Those who remain unmoved by the wind of joy silently follow the Path.
("The Zen Teaching Of Bodhidharma", Red Pine, 1987)
Menyesuaikan diri dengan keadaan
Sebagai orang biasa, kita dikendalikan oleh keadaan, bukan oleh diri sendiri. Semua pengalaman penderitaan dan kegembiraan tergantung dari keadaan.
Jika kita selayaknya diberkahi dengan pahala yang besar, seperti kemasyuran atau keberuntungan, itu adalah buah dari benih yang kita tanam pada masa yang lalu. Ketika keadaan berubah, itu berakhir.
Mengapa senang dengan keberadaan hal seperti itu?
Tetapi ketika keberhasilan dan kegagalan tergantung dari keadaan, pikiran tidak semakin bertambah ataupun semakin berkurang. Orang yang tetap tak bergeming oleh angin kegembiraan dengan hening mengikuti Jalan.
("The Zen Teaching Of Bodhidharma", Red Pine, 1987)

No comments:
Post a Comment