![]() |
| image from: www.twitter.com |
The explorer returned to his people, who were eager to know about the Amazon. But how could he ever put into words the feelings that flooded his heart when he saw exotic flowers and heard the night-sounds of the forests; when he sensed the danger of wild beasts or paddled his canoe over treacherous rapids?
He said, “Go and find out for yourselves.” To guide them he drew a map of the river.
He was obviously familiar with the dangers of drawing maps for armchair explorers.
(Anthony de Mello SJ, "The Song Of The Bird")
Penjelajah
Penjelajah itu pulang ke kampung halamannya. Penduduk ingin tahu segala sesuatu tentang sungai Amazone. Tetapi bagaimana mungkin mengungkapkan dalam kata-kata perasaan yang memenuhi hatinya, ketika ia melihat bunga-bunga begitu indah memukau dan mendengar seribu satu suara penghuni rimba di waktu malam? Bagaimana menjelaskan perasaan hatinya, ketika menghadapi binatang buas atau ketika mendayung perahu kecilnya melewati arus sungai yang sangat berbahaya?
Namun sebagai pedoman bagi mereka, ia menggambarkan peta sungai Amazone.
Mereka berpegang pada peta itu. Peta itu dibingkai dan diletakkan di kantor kotapraja. Mereka masing-masing menyalin peta itu. Dan setiap orang yang mempunyai peta, menganggap dirinya seorang ahli tentang sungai Amazone. Sebab, bukankah ia tahu setiap kelokan dan pusaran sungai, berapa lebar dan dalamnya, di mana air mengalir deras dan di mana terdapat air terjun?
Katanya Buddha tidak pernah mau dipancing untuk berbicara tentang Tuhan.
Rupanya ia menyadari bahaya-bahay menggambar peta bagi para cendikiawan di masa mendatang.
(Anthony de Mello SJ, "Burung Berkicau")

No comments:
Post a Comment