Buddha was once asked, “What makes a person holy?” He replied, “Every hour is divided into a certain number of seconds and every second into a certain number of fractions. Anyone who is able to be totally present in each fraction of a second is holy.”
The Japanese warrior was captured and thrown into prison. At night he could not sleep for he was convinced he would be tortured next morning. Then the words of his Master came to him: “Tomorrow is not real. The only reality is now.”
So he came to the present — and fell asleep.
------------
The person over whom the Future has ‘lost its grip: How like the birds of the air and the lilies of the field. No anxieties for the morrow. Total presence in the now. Holiness!
(Anthony de Mello, "The Song of The Bird")
Kesucian Pada Saat Sekarang
Buddha pernah ditanya: "Siapakah yang disebut orang suci?" Jawabnya: "Setiap jam terbagi atas sejumlah detik tertentu, dan setiap detik ada bagian-bagiannya lagi. Barang siapa mampu memberi perhatian penuh pada setiap bagian detik itu, sungguh pantas disebut orang suci."
Seorang prajurit Jepang ditangkap oleh musuhnya dan dimasukkan ke dalam penjara. Semalaman ia tidak dapat tidur, karena yakin bahwa keesokan harinya ia akan disiksa dengan kejam. Tiba-tiba kata Guru Zen terlintas dalam ingatan. "Hari esok bukanlah kenyataan. Satu-satunya kenyataan adalah saat sekarang ini."
Maka ia kembali pada saat sekarang -- dan tertidur lelap.
------------
Orang yang tidak dikuasai oleh masa depan bagaikan kawanan burung di angkasa dan rumpun bunga bakung di padang. Ia tidak kuatir akan hari esok. Segalanya adalah hari ini. Sungguh, dia itulah orang suci!
(Anthony de Mello, "Burung Berkicau")
No comments:
Post a Comment