Sunday, January 24, 2016

Dhamma flows by itself

image from: www.hybridlava.com
Also when you expound the Dhamma you must not force yourself. It should happen on it's own and should flow spontaneously from the present moment and circumstances. People have different levels of receptive ability, and when you're there at that same level, it just happens, the Dhamma flows. The Buddha had the ability to know people's temperaments and receptive abilities. He used this very same method of spontaneous teaching. It's not that he possessed any special superhuman power to teach, but rather that he was sensitive to the spiritual needs of the people who came to him, and so he taught them accordingly.

(Ajahn Chah, "No Ajahn Chah")

Dhamma mengalir dengan sendirinya

Juga ketika anda menguraikan Dhamma, anda tidak perlu memaksakan diri. Seharusnya itu terjadi dengan sendirinya dan mengalir secara spontan dari saat dan keadaan sekeliling sekarang. Orang-orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menerima, dan ketika anda berada pada tingkatan yang sama, itu akan terjadi dengan sendirinya, Dhamma akan mengalir. Buddha memiliki kemampuan mengenal sifat seseorang dan kemampuannya menerima. Ia menggunakan cara pengajaran spontan yang sama persis. Jadi bukan karena ia memiliki kemampuan manusia super yang khusus untuk mengajar, tetapi lebih ke arah ia peka dengan kebutuhan rohani orang-orang yang datang kepadanya, dengan demikian ia mengajar mereka dengan cara yang sesuai.

(Ajahn Chah, "No Ajahn Chah")

No comments:

Post a Comment